“PERILAKU KONSUMEN DALAM ILMU EKONOMI MIKRO”

 

Nama : Aris Permana

KATA PENGATAR

Tiada kata terindah yang dapat penulis sampaikan, selain ucapan alhamdulillah hirrobil alamien dengan rasa penuh syukur ke hadirat Allah SWT, karena dengan Rahmat dan Hidayahnya serta pertolongan-Nya  penulis dapat menyelesaikan makalah ini.

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah semata-mata unuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah “Pengantar Bisnis & Ekonomi” yang berjudul Perilaku Konsumen dalam Ilmu Ekonomi Makro.

Dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-beseranya kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.

Harapan kami selaku penulis, mudah-mudahan  makalah ini nantinya dapat berguna dan bermanfaat khususnya bagi penulis, FAKULTAS EKONOMI & FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS GUNADARMA, dan kalangan pembaca pada umumnya.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang penulis miliki. Oleh karena itu segala saran dan kritik yang sifarnya membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi kita semua. Amien

 

Depok,    Desember  2010

Penulis

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………… i

DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………… ii

BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………………… 1

 

1.1  Latar Belakang …………………………………………………………………………… 1

1.2  Rumusan Masalah ………………………………………………………………………. 2

1.3  Tujuan Penelitian ……………………………………………………………………….. 2

 

BAB II LANDASAN TEORI …………………………………………………………… 3

 

2.1  Pengertian Konsumen, Konsumsi dan Perilaku Konsumen ……………….  3

–          Perilaku Konsumen menurut para ahli………………………………………….4

–          Gerald Zaltman……………………………………………………………………………4

–          David L Loundon…………………………………………………………………………4

–          James F Engel……………………………………………………………………………..4

 

BAB III PEMBAHASAN ……………………………………………………………….5

 

3.1  Perilaku Konsumen dalam Ilmu Ekonomi Mikro ……………………………..5

3.2  Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen ……………………7

3.3  Metode-metode yang Digunakan dalam

Penelitian Perilaku Konsumen…………………………………………………………….9

3.4  Teori dari Perilaku Konsumen …………………………………………………… 13

 

BAB IV PENUTUP ………………………………………………………………………. 14

 

4.1  Kesimpulan …………………………………………………………………………….. 14

4.2  Saran …………………………………………………………………………………….. 14

 

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………. 15

ii

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam mengenal konsumen kita perlu mempelajari perilaku konsumen sebagai perwujudan dari seluruh aktivitas jiwa manusia itu sendiri.

Suatu metode didefinisikan sebagai suatu wakil realitas yang di sederhanakan. Model perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai suatu skema atau kerangka kerja yang di sederhanakan untuk menggambarkan aktivitas-aktivitas konsumen.

Model perilaku konsumen dapat pula di artikan  sebagai kerangka kerja atau sesuatu yang mewakili apa yang di yakinkan konsumen dalam mengambil keputusan khususnya membeli.

Adapun yang mempengaruhi faktor-faktor perilaku konsumen yaitu :

Kekuatan sosial budaya terdiri dari faktor budaya, tingkat sosial, kelompok panutan (small reference grups), dan keluarga.

Sedangkan kekuatan psikologis terdiri dari pengalaman belajar, kepribadian, sikap dan keyakinan.

Sedangkan tujuan dan fungsi modal perilaku konsumen sangat bermanfaat dan mempermudah dalam mempelajari apa yang telah diketahui mengenai perilaku konsumen.

1

Menganalisis perilaku konsumen akan  lebih mendalam dan berhasil apa bila kita dapat memahami aspek-aspek  psikologis manusia secara keseluruhan. Kemampuan dalam menganalisis  perilaku konsumen berarti keberhasilan dalam menyalami jiwa konsumen dalam memenuhi kebutuhannya.

Dengan demikian  berarti pula keberhasilan pengusaha, ahli pemasaran, pimpinan toko dan pramuniaga dalam memasarkan suatu produk yang membawa kepuasan kepada konsumen dan diri pribadinya.

 

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan  latar belakang  permasalahan yang ada, maka dikemukakan  perumusan masalah sebagai berikut :

5        Apa  perilaku konsumen dalam Ilmu Ekonomi Mikro ?

6        Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku konsumen ?

7        Metode apa saja yang digunakan  dalam penelitian  perilaku konsumen ?

8        Apa teori dari perilaku konsumen ?

 

1.3 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan  penelitian yang ingin dicapai, adalah :

1.      Untuk mengetahui apa perilaku  konsumen itu dalam  ilmu ekonomi Mikro

2.      Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku konsumen

3.      Untuk mengetahui metode apa saja yang di gunakan dalam penelitian perilaku konsumen

4.      Untuk mengetahui teori dari perilaku konsumen

2

 

BAB II

LANDASAN TEORI

 

2.1 Pengertian Konsumen, Konsumsi dan Perilaku Konsumen

Dalam Ilmu Ekonomi Mikro yang dimaksud dengan  konsumen, kegiatan konsumen adalah seseorang atau kelompok yang melakukan serangkaian kegiatan  konsumsi barang atau jasa.

Pengertian lain tentang konsumen adalah orang atau sesuatu yang membutuhkan, menggunakan dan memanfaatkan barang atau jasa.

Konsumen biasa  memiliki kebiasaan dan tingkah laku yang berbeda-beda. Di desa berbeda dengan kebiasaan yang ada di kota, tergantung pada jumlah pendapatan mereka.

Konsumen adalah seseorang yang mengkonsumsi suatu barang atau jasa.

Maka konsumsi seseorang itu tergantung pada  pendapatan, pendidikan kebiasaan dan kebutuhan.

Adapun pengertian perilaku konsumen, yaitu tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan untuk membeli, menggunakan,, mengevaluasi dan  memperbaiki suatu produk dan jasa mereka. Fokus dari perilaku konsumen adalah bagai mana individu membuat keputusan untuk mengkonsumsi suatu barang.

 

3

 

 

 

Perilaku Konsumen menurut para ahli :

1. James F Engel

Perilaku konsumen di definisikan oleh tindakan-tindakan individu secara langsung, terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang-barang jasa ekonomi termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut (1988:8)

2. David L Loundon

Perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai proses pengambilan keputusan dan aktivitas individu secara fisik yang dilibatkan dalam mengevaluasi, memperoleh,  menggunakan atau dapat mempergunakan barang-barang atau jasa (1984:6)

 

3. Gerald Zaltman

Perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan, proses dan hubungan sosial yang di lakukan oleh individu, kelompok dan organisasi untuk mendapatkan, menggunakan  suatu produk atau lainnya sebagai suatu akibat dari pengalaman dengan produk, pelayanan dan sumber-sumber lainnya. (1979:6)

Dari beberapa Definisi tersebut di atas maka dapat di tarik suatu kesimpulan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok, atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam  mendapakan, menggunakan barang-barang atau jasa ekonomi yang dapat di pengaruhi lingkungan.

4

 

 

 

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Perilaku Konsumen dalam Ilmu Ekonomi Mikro

Ilmu ekonomi mikro (sering juga di tulis mikro ekonomi) adalah  cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan dan harga-harga pasar dan  kualitas faktor  input,  barang atau jasa yang diperjual belikan. Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai keputusan  dan   tersebut  mepengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa yang menentukan harga dan bagaimana harga, pada giliran menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya.

Individu yang melakukan  kombinasi atau produk secara optimal, bersama-sama individunya dipasar, akan membentuk suatu keseimbangan dengan asumsi bahwa semua hal tetap sama (ceteris paribus).

Konsumen dan konsumsi memiliki pengertian yang  merujuk  pada suatu pernyataan yang ada. Konsumen adalah seseorang atau sekelompok yang mengkonsumsi suatu barang atau jasa. Sedangkan yang dimaksud dengan konsumsi yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mengkosnsumsi barang dan jasa.

Konsumsi seseorang tergantung  pada pendapatan, pendidikan  kebiasaan dan kebutuhan.

5

Perilaku konsumen yaitu, perilaku  kosumen ditujukan dalam mencari, menukar, menggunakan, menilai, mengatur, barang atau jasa yang mereka anggap  akan memuaskan kebutuhan mereka.

1.      Definisi perilaku konsumen dari para ahli yaitu :

Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan , menggunakan barang-barang atau jasa ekonomi yang dapat dipengaruhi oleh lingkungan

Definisi lain adalah bagaimana konsumen mau mengeluarkan sumber dayanya yang terbatas seperti uang, waktu, tenaga untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan.

2.      Variable-variabel dalam mempelajari perilaku konsumen yaitu :

a.       Variabel Stimulus

Variabel stimulus merupakan  variabel yang berada di luar diri individu  (vaktor eksternal) yang sangat berpengaruh dalam proses pembelian. Contohnya merek dan jenis barang, iklan pramuniaga.

b.      Variabel Respon

Variabel Respon merupakan hasil aktipasi individu sebagai reaksi dari variabel stimulus. Variabel Respon sangat bergantung pada faktor individu dan kekuatan stimulus contohnya keputusan membeli barang, memberi penilaian terhadap barang

c.       Variabel Interverning

Variabel Interverning adalah variabel antara variabel stimulus dan respons variabel intervening individu, termasuk motif-motif membeli, sikap terhadap suatu peristiwa, dan persepsi  terhadap suatu barang.

Peranan variabel intervening adalah untuk memodifikasi respons.

6

 

 

 

Hubungan antara Variabel stimulus, intervening dan  variabel respon di tunjukan pasa bagan 1.1 di bawah ini :

 

Bagan 1.1

Stimulus                                              Intervening                                        Response

———>                                                       ———>

Variables                                             Variables                                            Variables

 

3.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen

Ada dua dari faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen, yaitu kekuatan sosial budaya dan kekuatan psikologis.

Kekuatan sosial budaya terdiri dari faktor budaya, tingkat sosial, kelompok panutan (small reference groups) dan keluarga.

Sedangkan kekuatan psikologis terdiri dari pengalaman belajar, kepribadian, sikap, keyakinan dan gambaran diri.

1.      Kekuatan Sosial Budaya

a.       Faktor budaya

Budaya dapat di definisikan sebagai hasil kreativitas manusia dari satu generasi ke generasi lainnya yang sangat menentukan bentuk perilaku dalam kehidupan sebagai anggota masyarakat.

Implikasi umum dari perubahan budaya untuk ahli permasalahan adalah sebagai berikut :

1.      Psikologis untuk cenderung bebas dari ketidak amanan ekonomis. Konsumen menunjukan :

a.      Kecenderungan kearah meningkatkan kekuatan fisik

7

b.      Kecenderungan kearah personalisasi

2.      Kecenderungan pada paham antifungsional

a.       Kecenderungan kearah suatu perubahan

b.      Kecenderungan ke arah suatu yang baru

3.      Kecenderungan reaksi melawan kompleksitas

Konsumen menunjukan :

a.       Kecenderungan ke arah hidup sederhana

b.      Kecenderungan kembali kepada alam

b.      Faktor Kelas Sosial

Kelas sosial didefinisikan sebagai suatu kelompok yang terdiri dari sejumlah orang yang mempunyai kedudukan yang seimbang dalam masyarakat.

c.       Faktor Kelompok Panutan (Small Reference Group)

Didefinisikan sebagai sutau  kelompok orang yang mempengaruhi sikap, pendapat, norma dan perilaku konsumen.

Kelompok ini merupakan kumpulan keluarga, kelompok atau organisasi.

d.      Faktor Keluarga

Suatu unit masyarakat kecil yang perilakunya sangat mempengaruhi dan menentukan dalam pengambilan keputusan membeli.

2.      Kekuatan Faktor Psikologis

a.       Faktor Pengalaman Kerja

Belajar adalah suatu perubahan perilaku akibat pengalaman sebelumnya.

8

Perilaku konsumen dapat dipelajari karena sangat dipengaruhi oleh pengalam belajarnya. Pengalaman belajar konsumen akan menentukan tindakan keputusan membeli.

b.      Faktor Kepribadian

Kepribadian konsumen sangat ditentukan  oleh faktor internal dirinya. Pelayanan yang di tampilkan pramuniaga toko sangat pula dipengaruhinya.

c.       Faktor Sikap dan Keyakinan

Sikap dan keyakinan sangat berpengaruh dalam menentukan suatu produk, merk dan pelayanan. Keyakinan konsumen  terhadap suatu merk dapat di ubah melalui komunikasi persuasif.

d.      Konsep Diri atau Self Concept

Perlu menciptakan  sesuatu  yang sesuai dengan yang di harapkan  oleh konsumen.

 

3.3 Metode–Metode Penelitian Perilaku Konsumen

1.      Macam-macam penelitian konsumen

Ada dua macam penelitian konsumen, yaitu penelitian yang bersifat eksplorasi dan penelitian tentang kesimpulan konsumen

a.       Penelitian ekplorasi

Metode yang digunakan dalam  penelitian ekplorasi konsumen adalah metode mempengaruhi dan metode memfokuskan kelompok.

1.      Metode mempengaruhi konsumen

Melalui pemberian sugesti kepada konsumen secara spontan

9

2.      Metode memusatkan atau memfokuskan kelompok konsumen. Kelompok  konsumen tersebut mengasosiasi kanya secara bebas terhadap masalah-masalah yang ada dalam pasar.

b.      Penelitian Konsumen

Penelitian eksplorasi tidak di rencanakan untuk menyimpulkan jawaban dalam meneliti pertanyaan yang diberikan konsumen. Oleh karena itu, penelitian mengenai kesimpulan konsumen terhadap suatu produk, mereka dan pelayanan itu penting meneliti kesimpulan konsumen dapat juga digunakan menentukan apa yang mempengaruhi konsumen

2.      Pendekatan Penelitian Konsumen

Ada dua pendekatan penelitian, yaitu pendekatan penelitian cross-soctional dan longitudinal.

a.       Pendekatan Penelitian Cross-Sectional

Pendekatan ini di maksud untuk meneliti aspek-aspek perilaku konsumen yang menggunakan  waktu  secara relatif singkat misalnya meneliti perubahan perilaku  konsumen pada waktu tertentu mempelajari nilai dan sikap kosumen terhadap suatu produk dalam monentukan waktu tertentu.

b.      Pendekatan Penelitian Longitudinal

Pendekatan ini dimaksud untuk meneliti-aspek perilaku konsumen yang terjadi dalam beberapa periode waktu tertentu,

Misalnya : mengadakan penelitian mengenai pendekatan masyarakat tentang suatu produk dapat bertahan selama beberapa waktu.

10

Pendekatan penelitian  longitudinal dilakukan pada periode waktu yang relatif lama, sedangkan pendekatan penelitian cross-sectional menggunakan waktu yang relatif singkat atau sesaat.

3.      Metode-metode Pengumpulan Informasi Konsumen

Ada tiga metode pengumpulan informasi kosumen, yaitu metode observasi, eksperimen dan survei.

a.       Metode Observasi

Salah satu mempelajair konsumen adalah dengan cara mengobservasi perilakunya yang tampak, misalnya mengamati kebiasaan konsumen member produk merk tertentu, sikap dan  penilaian konsumen terhadap suatu produk atau merk, jenis-jenis yang paling disukai oleh konsumen

b.      Metode Eksperimen

Metode ini merupakan  metode pengumpulan dengan cara mengadakan eksperimen atau percobaan terhadap situasi.

Misalnya: mengukur pengaruh situasi khusus terhadap sikap dan perilaku pembeli.

Metode ekspresimen terdiri dari eksperimen laboratorium, dan eksperimen lapangan.

1.      Eksperimen Laboratorium

Percobaan yang dilakukan dilaboratorium  adalah untuk mengontrol variabel-variabel dari luar.

Misanya : mengadakan  percobaan terhadap kesukaan konsumen.

11

 

 

 

2.      Eksperimen Lapangan

Perconaan ini dilakukan untuk mengetahui respon konsumen terhadap suatu produk, merk baru yang di perkenalkan atau dipasarkan. Dapat juga untuk mengetahui pengaruh harga, iklan terhadap pemasaran produk, atau merk baru.

c.       Metode Survei

Metode pengumpukan data atau informasi konsumen melakukan partisipasi secara aktif.

Ada tiga teknik dalam metode survei, yaitu wawancara pribadi (personal interview), survei melalui telepon (telepon surveys), dan survei melalui surat (mail surveys)

1.      Wawacara Pribadi

Teknik pengumpulan informasi yang di lakukan dengan informasi secara langsung berhadap-hadapan antara pewawancara (interviewer) dengan konsumen.

2.      Survei Melalui Telepon

Teknik pengumpulan informasi konsumen melalui  telepon dimaksud untuk mengetahui pendapat konsumen terhadap penggunaan barang yang telah di belinya.

3.  Survei Melalui Surat

Teknik pengumpulan melalui surat dimaksud untuk menyebar luaskan kuisioner kapada konsumen melalui metode pos.

Tujuan survei melalui surat antara lain adalah untuk medapat informasi mengenai tanggapan dan  penilaian konsumen terhadap suatu produk.

3.4 Teori Perilaku Konsumen

Teori perilaku konsumen dapat dibedakan dalam dua macam pendekatan yaitu pendekatan nilai guna (utiliti) dan pendekatan nilai guna ordinal.

Dalam pendekatan nilai guna utiliti dianggap manfaat atau kenikmatan yang diperoleh seorang konsumen dapat dinyatakan secara kuantitatif. Berdasarkan kepada  pemisalan ini, dan dengan anggapan bahwa konsumen akan memaksimalkan kepuasan yang dapat dicapainya, diterangkan bagaimana seseorang akan menentukan kosumennya atas berbagai jenis barang yang  terdapat dipasar. Dalam  pendekatan nilai guna ordinal,manfaat atau kenikmatan yang diperoleh dari masyarakat yang dikonsumsi barang-barang tidak dikuantifikasi.

Tingkah laku seorang konsumen untuk memiliki barang-barang yang akan  memaksimalkan kepuasan ditunjukan dengan bantuan kurva kepuasan sama, yaitu kurva yang menggambarkan gabungan barang yang akan memberikan nilai guna (kepuasan yang sama).

13

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

 

4.1 Kesimpulan

Perilaku konsumen adalah tinkat laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan suatu produk dan jasa mereka/satu tindakan-tindakan, proses hubungan sosial yang dilakukan oleh individu, kelompok dan organisasi dalam mendapatkan, menggunakan suatu produk atau lainnya sebagai suatu akibat dari pengalaman, dengan mempelajari 3 variabel perilaku konsumen.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu : kekuatan sosial budaya dan kekuatan psikologis.

Metode yang digunakan dalam penelitian perilaku konsumen dan metode memusatkan atau memfokuskan kelompok konsumen.

Teori tingkahlaku konsumen menerangkan tentang perilaku konsumen dipasaran, yaitu menerangkan sikap konsumen dalam membeli dan memilih barang yang akan dibelinya.

Teori ini dikembangkan dalam dua bentuk : teori utility dan analisis kepuasan sama.

 

4.2 Saran

Penulisan mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun, demi kesempurnaan makalah ini.

14

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

–          www.wikipedia.com

–          Sukirno, sadona. 2005. Mikro Ekonomi teori pengantar/sadono sukirno, edisi 1, -21. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: