“SISTEM INFORMASI AKUNTANSI” (S.I.A)

TUGAS

“SISTEM INFORMASI AKUNTANSI”

(S.I.A)

 

 

NAMA KELOMPOK:

-ARIS PERMANA

-FADLI AKBAR

-PERDANA YUDHA KUSUMA

UNIVERSITAS GUNADARMA

2010

 

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamiin segala puji dan syukur penulis panjatkan ke Hadirat Allah SWT yang telah memberikan Taufik dan Hidayah-Nya serta atas kehendak-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya akhir ini sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dan tepat pada waktunya.

Penulisan Makalah ini merupakan suatu kewajiban bagi setiap Mahasiswa Universitas Gunadarma , sebagai syarat dalam meraih nilai terbaik.

Makalah ini disusun berdasarkan data – data yang bersifat akurat dan Up to Date yang penulis peroleh dari  pakar-pakar yang handal dalam bidangnya masing-masing.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa Karya Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan mengingat keterbatasan kemampuan yang penulis miliki, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik maupun saran dari segenap pihak untuk perbaikan dan pengembangan potensi penulis. Mengingat berbagai bimbingan dan bantuan yang telah penulis peroleh, maka perkenanakanlah penulis mengucapkan rasa

Akhir kata, penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan ini. Dan penulis semoga berharap Karya Akhir ini bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi para pembaca dan Akademi Pimpinan Perusahaan.

Jakarta, 10 November  2010

Penulis

Pengertian Kardinalitas

Kardinalitas adalah: Menunjukkan jumlah maksimim entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain. Kardinalitas merujuk kepada hubungan maksimum yang terjadi dari himpunan entitas yang satu ke himpunan entitas yang lain dan begitu juga sebaliknya.

Contoh: Kardinalitas diatara dua himpunan entitas misalnya A dan B dapat berupa:

  1. Satu ke Satu (one to one), setiat entitas pada himpunan A berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas, begitu juga sebaliknya entitas pada himpunan entitas B berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B.

 

  1. Satu ke Banyak (one ti many), setiap entitas himpunan entitas A dapat berhubungan dengaan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas B berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan A.

 

  1. Banyak ke Satu ( many to one), setiap entitas pada himpunan A berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B.

 

  1. Banyak ke Banyak (many to many), setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, demikian juga sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas B dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan A.

Pengertian ERD dan Normalisasi

ERD (Entitas Relationship Diagram)

Basisdata Relasional adalah kumpulan dari relasi-relasi yang mengandung seluruh informasi berkenaan suatu entitas/ objek yang akan disimpan di dalam database. Tiap relasi disimpan sebagai sebuah file tersendiri. Perancangan basisdata merupakan suatu kegiaatan yang setidaknya bertujuan sebagai berikut:
• Menghilangkan redundansi data
• Meminimumkan jumlah relasi di dalam basis data
• Membuat relasi berada dalam bentuk normal, sehingga dapat meminimumkan permasalahan berkenaan dengan penambahan, pembaharuan dan penghapusan.

ERD adalah suatu pemodelan dari basisdata relasional yang didasarkan atas persepsi di dalam dunia nyata, dunia ini senantiasa terdiri dari sekumpulan objek yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Suatu objek disebut entity dan hubungan yang dimilikinya disebut relationship.menjadi mentalist Suatu entity bersifat unik dan memiliki atribut sebagai pembeda dengan entity lainnya. Contoh : entity Mahasiswa, mempunyai atribut nama, umur, alamat, dan nim. Diagram E-R terdiri dari:
• Kotak persegi panjang, menggambarkan himpunan entitas
• Elip, menggambarkan atribut-atribut entitas
• Diamon, menggambarkan hubungan antara himpunan entitas
• Garis, yang menghubungkan antar objek dalam diagram E-R,

handi priyono

E-R Diagram merupakan suatu bahasa pemodelan yang dimana posisinya dapat dianalogikan dengan stroy board dalam industri film, blu print arsitektur suatu bangunan, miniatur, dan lain-lain. Dalam praktiknya, membangun suatu sistem terlebih dahulu dilakukannya suatu perencaan. Pemodelan merupakan suatu sub bagian dari perencanaan secara keseluruhan sebagai salah satu upaya feedback evaluasi perampungan suatu perencanaan. E-R Diagram sebagai suatu pemodelan setidaknya memiliki beberapa karakteristik dan manfaat sebagai berikut:
• Memudahkan untuk dilakukannya analisis dan perubahan sistem sejak dini, bersifat murah dan cepat.
• Memberikan gambaran umum akan sistem yang akan di buat sehingga memudahkan developer.
• Menghasilkan dokumentasi yang baik untuk client sebagai bahan diskusi dengan bentuk E-R Diagram itu sendiri, dan
• Kamus data bagi bagi para pengembang handy database.

Struktur dari E-R Diagram secara umum ialah terdiri dari:
•  Entitas merupakan objek utama yang informasi akan disimpan, biasanya berupa kata benda, ex; Mahasiswa, Dosen, Nasabah, Mata Kuliah, Ruangan, dan lain-lain. Objek dapat berupa benda nyata maupun abstrak.
•  Atribut merupakan deskripsi dari objek yang bersangkutan.
•  Relationship merupakan suatu hubungan yang terjalin antara dua entitas yang ada.

Dibawah ini adalah sebuah contoh ERD :

Keterangan :
•  Nomor Account dan sisa uang merupakan suatu atribut yang mendeskripsikan entitas account.
•  Nasabah sebagai entitas dideskripsikan oleh atribut nama dan alamat.
•  Account dan nasabah sebagai entitas memiliki relasi yang dihubungkan oleh cust_acc yang memiliki atribut tanggal transaksi suatu nasabah terhadap accountnya.

Kardinalitas Relasi
ERD yang mempersentasikan suatu basisdata relasional senantiasa memiliki relasi-relasi dari sejumlah entitas yang dapat ditentukan banyaknya. Banyaknya suatu relasi yang dimiliki oleh suatu relasi entitas disebut derajat relasi. Derjat relasi maksimum disebut dengan kardinalitas sedangkan derajad minimum disebut dengan modalitas. Kardinalitas yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misal A dan B) dapat berupa:
•  One to One, satu record dipetakan dengan satu record di entitas lain. Contoh: satu nasabah punya satu account.

•  One to Many, Satu record dapat dipetakan menjadi beberapa record di entitas lain. Contoh: satu nasabah dapat punya lebih dari satu account.

•  Many to Many, Beberapa record dapat dipetakan menjadi beberapa record di entitas lain. Contoh: satu nasabah dapat memiliki lebih dari satu account. Satu account dapat dimiliki lebih dari satu nasabah (join account).

 

KONSEP DASAR DATABASE

Sebelum memulai mendesain dan membangun database dengan menggunakan program aplikasi database Ms. Access, terlebih dahulu kita harus lebih mengenal lagi apa yang dimaksud dengan database.

Pengertian Database:

  1. Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.
  2. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputer sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna

Banyak sekali kegiatan manusia yang menggunakan komputer sebagai sarana pengolahan data, sehingga diperlukan suatu perangkat lunak database. Jika dikaji lebih mendasar tentang batasan suatu database, maka dapat disebutkan bahwa segala bentuk koleksi data adalah suatu database. Mulai dari kelompok data pegawai, sampai dengan kelompok file, merupakan database.

 

Definisi dasar struktur database :

Data : sekumpulan fakta mengenai objek tertentu, orang dan lain-lain yang dinyatakan dengan angka, huruf, gambar, film, suara dan sebagainya yang relevan dan belum mempunyai arti.

Informasi : hasil pengolahan data yang konkrit dan sudah mempunyai arti untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Tabel : merupakan hal yang paling mendasar dalam hal penyimpanan data yang terdiri dari field dan record.

Field (kolom) : merupakan elemen dari tabel yang berisikan informasi tertentu yang spesifik tentang subjudul tabel pada sebuah item data.

Syarat-syarat pembentukan Field Name pada tabel :

a. Harus Unik atau Spesifik

b. Boleh disingkat

c. Pemisah sebagai pengganti spasi dalam pembentuk field adalah tanda lambang “_”

Contoh :

Kode Barang menjadi KdBarang, KodeBrg, Kd_Brg, Kd_Barang, Kode_Brg Tanggal Lahir menjadi TglLahir, Tgl_Lahir, Tgl_Lhr

Record (baris) : merupakan sekumpulan data yang saling berkaitan tentang sebuah subjek tertentu, misalnya data seorang siswa akan disimpan dalam record yang terdiri dari beberapa kolom/field.

 

SITEM BASIS DATA

1.    Latar Belakang Basis Data

Penggunaan basis data pada saat ini telah anayak di gunakan untuk keperluan keseharian dari kehidupan manusia namun terkasang tidak banyak oranag menyadarinya.

Basis data terdiri dua kata yaitu basis dan data.Basis dapat di artikan sebagai tempat berkumpul,markas atau sarang,sedangkan data suatu fakta dari duni nyata yang mewakili satu objek seperti kaset (lagu,penyanyi,pencipta dan lain-lain) atau kendaraan (mobil,motor,bus dan lain-lain).

Di bawah ini merupakan pemanfaatan untuk memenuhi obyektifitas dalam basis data:dengan contohnya kaset

–          Kecepatan dan kemudahan

Memungkinkan untuk perubahan data,dan pengambilan suatu data di bandingkan jika di lakukan secara manual.

–          Efisiensi ruang penyimpanan

Optimalisasi penggunaan ruang penyimpanan dapat dilakukan,dengan menerapkan sejumlah pengkodean atau membuat keterhubungan antar kelompok data dengan menerapkan aturan /batasan data.

–          Keakuratan

Pemanfaatan pengkodean atau pembentukan keterhubungan antar kelompok data dengan menerapkan aturan atau batasan data .

–          Ketersediaan

Perkembangan data sejalan dengan waktu membutuhkan ruang penyimpanan yang besar, sehingga data administrator harus memilah yang mana yang merupakan data utama, data master, data referensi, datat transaksi, data histori hingga data yang sudah tidak du gunakan lagi, pemilahan ini untuk mempermudah dalam hal pencarian data dan mengefesiensi ruang penyimpanan data.

–          Keamanan

Aplikasi pengelolaan basis data ada yang tidak menerapkan aspek keamanan dalam penggunaan basis data tetapi untuk sistem yang besar dapat di terapkan dengan ketat. Untuk itu perlu ditentukan siapa yang boleh menggunakan aplikasi beserta objek-objek di dalamnya dan jenis operasi yang di gunakan.

–          Pemakaian bersama

Pemakaian aplikasi basis data tidak hanya terbatas pada suatu orang pengguna saja di dalam suatu lokasi. Basis data yang dikelola oleh suatu aplikasi yang mendukung lingkungan banyak pengguna baik di dalam suatu aplikasi ataupun di lokasi yang berbeda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: