Produksi Film Layanan Masyarakat

Tahapan produksi film layanan masyarakat meliputi :

Adapun tahapan pekerjaan pembuatan film dokumenter/semi dokumenter tersebut dilakukan

dalam 3 (tiga) tahap pekerjaan, yaitu:

✂ Tahap I PRE PRODUCTION

✂ Tahap II PRODUCTION

✂ Tahap III POST PRODUCTION

1. PRE PRODUCTION

Dalam tahap Pre Production akan dilakukan sejumlah kegiatan-kegiatan persiapan yang

meliputi:

 

• Riset

Menghimpun berbagai data yang diperlukan, yang berkaitan dengan Penyiapan Bahan

Kampanye Publik Dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang mulai dari

statement/kebijakan pejabat yang berwenang, dalam hal ini Menteri PU, hingga pada

data-data lapangan yang penting untuk disosialisasikan kepada sasaran (penentu

kebijakan, profesi khusus, umum, dan lain-lain).

 

• Hunting Lokasi

 

Melakukan kunjungan ke beberapa lokasi guna memperoleh gambaran tentang kondisi

geografis dari lokasi-lokasi yang dikunjungi tersebut. Selanjutnya memutuskan lokasi

yang paling tepat/memungkinkan sebagai lokasi yang nantinya digunakan sebagai

tempat pengambilan gambar/shooting. Tentu saja dengan memperhitungkan bahwa

lokasi tersebut memiliki kelengkapan obyek dan bisa mewakili (representative)

kebutuhan yang diperlukan dalam proses pelaksanaan pekerjaan, dalam hal ini

pembuatan film/video layanan masyarakat Penyiapan Bahan Kampanye Publik Dalam

Penyelenggaraan Penataan Ruang.

 

• Pengembangan Konsep

 

Setelah sejumlah data yang diperlukan diperoleh dan lokasi pengambilan gambar

ditetapkan, maka proses pekerjaan memasuki tahap pembuatan dan pengembangan

konsep yang mampu mengakomodir seluruh informasi yang ingin disampaikan dengan

pola penyuguhan yang menarik, dinamis dan komunikatif.

 

• Pematangan Konsep

 

Setelah melalui proses diskusi dan konsultasi yang intensif dengan sejumlah ahli yang

memiliki kompetensi di bidang penataan ruang dan setelah mendapat persetujuan dari

pihak pengguna (user), maka tersusunlah sebuah kerangka film/video tersebut menjadi

sebuah naskah/storyline yang pada selanjutnya digunakan sebagai pedoman dalam

proses pengambilan gambar (shooting).

 

 

• Breakdown & Schedule Pelaksanaan Pekerjaan

 

Untuk dapat melihat atau mengetahui kebutuhan-kebutuhan apa saja yang diperlukan

dalam proses pelaksanaan pekerjaan/pengambilan gambar (shooting), maka naskah/storyline yang telah mendapat persetujuan dari pihak pengguna (user), akan

dirinci kedalam format breakdown. Dan dari breakdown yang dibuat tersebut akan

terlihatlah berapa lokasi yang dibutuhkan, berapa personil dan pendukung yang diperlukan, perlengakapan apa saja yang harus disiapkan, berapa hari yang dijadwalkan, berapa biaya yang digunakan, dan sebagainya.

 

 

 

 

 

 

• Casting

Setelah mendapat gambaran jelas dari breakdown yang telah disusun, maka tahap

selanjutnya adalah melakukan seleksi terhadap personil dan pendukung yang terlibat,

mulai dari personil (crew) hingga pada tokoh/narasumber/artis (talent) yang akan

dilibatkan dalam film/video Penyiapan Bahan Kampanye Publik Dalam Penyelenggaraan

Penataan Ruang.

 

2. PRODUCTION (PRODUKSI)

Dalam tahap produksi, seluruh personil dan pendukung film/video yang telah dipilih dan telah berada dalam satu ikatan kerja, secara bersama-sama, bahu membahu, melaksanakan proses produksi/pengambilan gambar dengan baik serta selalu berpedoman pada naskah/storyline yang telah disetujui.

3. POST PRODUCTION

Ada beberapa tahapan pekerjaan yang harus dilakukan di tahap Post Production, antara lain adalah sebagai berikut:

 

• Proses Offline

 

Pada tahapan ini, seluruh gambar (shot) hasil pengambilan (shooting) di-capture,

sehingga dapat dilihat atau dipilih guna disesuaikan dengan kebutuhan film/video

sebagaimana yang telah diuraikan dalam naskah/storyline yang telah disetujui

(disepakati). Dari pilihan-pilihan gambar tersebut, secara kasar akan disusun dan

disesuaikan dengan kebutuhan narasinya, sehingga susunan tersebut menjadi suatu

rangkaian yang secara kasar memberikan gambaran dari film/video yang sedang

dipersiapkan.

 

 

 

• Presentasi Offline

 

Hasil dari proses offline kemudian dipresentasikan dihadapan pihak pengguna (user).

Dan dari presentasi tersebut diharapkan mendapat saran, masukan yang berguna bagi

terwujudnya sebuah film/video dokumenter yang baik, menarik, dinamis dan

komunikatif.

 

• Revisi Pertama

 

Seluruh saran dan masukan yang diperoleh dari hasil presentasi offline diterapkan

sebagaimana yang diharapkan oleh pihak pengguna (user).

 

• Proses Online

 

Pada tahapan ini, secara cermat rangkaian gambar yang telah disusun dengan

memperhatikan detail screen direction-nya, mulai dari kombinasi shot, pola transisi yang pas dan tepat, hingga pada tuturan irama/alur gambar. Unsur musik sebagai illustrasi dari film/video pun diselaraskan, begitu juga dengan caption-caption dan credit tittle yang ditampilkan, sehingga film/video dokumenter sudah terlihat utuh dan bisa

dinikmati keberadaannya.

 

• Presentasi Online

 

Hasil dari proses online kemudian dipresentasikan kembali dihadapan pihak pengguna

(user). Dan dari presentasi tersebut diharapkan masih mendapat saran, masukan yang

berguna bagi terwujudnya sebuah film/video dokumenter yang baik, menarik, dinamis

dan komunikatif.

 

 

 

 

• Revisi Kedua

 

Seluruh saran dan masukan yang diperoleh dari hasil presentasi online diterapkan

sebagaimana yang diharapkan oleh pihak pengguna (user).

 

 

• Mixing & Mastering

 

Pada proses mixing dilakukan koreksi audio, mulai dari sound effect, musik illustrasi

hingga pada audio narasi diselaraskan dan diseimbangkan level volume-nya. Sehingga

antara musik dan narasi terdengar seimbang dan tidak mendominasi satu dengan

lainnya. Kemudian dilakukan proses adjustment pada gambar, agar kualitas gambar

akan terlihat semakin prima.

 

• Print & Duplicating

 

Setelah proses mixing dan mastering dilakukan, film/video Penyiapan Bahan Kampanye

Publik Dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang, di-print kedalam CD dengan kualitas

master (original) untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak pengguna (user).

PENDAHULUAN

Produksi Film Layanan Masyarakat

a. Latar Belakang

Pendekatan dalam satu rumusan rencana tersendiri yang menjadi pelengkap komplementer terhadap implementasi produk rencana tata ruang dan penyelenggaraan pembangunan tata ruang pada umumnya.

 

Berkaitan dengan hal tersebut, pada tahun 2004 telah disusun Grand Scenario Gerakan  Peningkatan Kepedulian Publik dalam Penataan Ruang yang diharapkan dapat menjadi salah satu simpul dalam proses meningkatkan kepedulian masyarakat dalam penataan ruang. Buku tersebut secara garis besar terdiri dari ketentuan dasar, kebijakan umum, strategi pembinaan masyarakat, strategi komunikasi masyarakat, dan strategi system dan kelembagaan pendukungnya.

 

Dalam Grand Scenario gerakan peningkatan kepedulian publik, disusun dalam strategi perencanaan jangka panjang selama 20 tahun. Rencana tersebut di break down dalam program 5 tahunan berdasarkan tahapan perubahan sosial sebagai capaian perubahan atau target pencapaian kepedulian pada masyarakat umum. Selanjutnya sebagai implementasi kebijaksanaan dan strategi program 5 tahunan tersebut, telah djabarkan pula menjadi indikasi program tahunan.

 

 

 

 

 

 

 

Adapun kegiatan penyiapan bahan kampanye publik dalam penyelenggaraan penataan ruang ini merupakan bagian dari pelaksanaan Grand Scenario tersebut untuk tahun pertama, tahun anggaran 2005. Dalam kegiatan ini, dengan mempertimbangkan kegiatan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya, maka Ditjen Penataan Ruang mempunyai program meningkatkan kepedulian publik dalam bidang penataan ruang dengan menyiapkan bahan berupa Film Layanan Masyarakat (FLM) dan desain iklan untuk media cetak.

 

Pekerjaan ini adalah membuat Film Layanan Masyarakat (FLM), dimana dalam bahan-bahan tayangan ini akan diperlihatkan berbagai informasi tentang penataan ruang, baik dari proses perencanaan, pemanfaatan ruang sampai dengan pengendalian pemanfaatan ruang kepada masyarakat sebagai bentuk implementasi dari strategi komunikasi masyarakat akan penataan ruang.

 

Dalam kegiatan ini, kami mengkaji bahan-bahan terkait seperti grand scenario gerakan kepedulian publik dalam penataan ruang, berbagai laporan serta produk perundangan, danreferensi dari berbagai sumber termasuk lesson learned dan best practices dari praktek – praktek penyelenggaraan penataan ruang di berbagai daerah. Dari kajian tersebut,diharapkan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar seperti apa yang dimaksuddengan kampanye publik dalam penataan ruang, bagaimana segmentasi atau tipologimasyarakat yang akan menjadi sasaran kampanye, siapa yang akan terlibat dalamberkampanye publik tersebut. Hasil kajian dari bahan-bahan tersebut menjadi bagian dari skenario untuk menyusun TOR sebuah film layanan masyarakat bidang penataan ruang.

 

Dengan data dan hasil kajian tersebut didukung sumberdaya yang ada, pelaksana pekerjaanharus mampu menyusun beberapa materi (term of reference) untuk membuat paket-paket film layanan masyarakat bidang penataan ruang. Materi untuk menyusun paket-paket film tersebut hendaknya mampu menggambarkan representasi detail proses penataan ruang, termasuk mampu mengungkapkan nilai-nilai lokalitas suatu wilayah yang terkait dengan penataan ruang, sehingga benar-benar menjadikan local culture sebagai tatanan atau nilai yang harus dilindungi dengan operasionalisasi penataan ruang, bukan malahan disingkirkan atau dihilangkan dari daerah tersebut. Untuk itu harus dilakukan kajian atas tipologi wilayah

untuk membedakan karakteristik atau lokalitas wilayah.

 

b.  Maksud dan Tujuan

 

Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengkaji berbagai reference (bahan) guna menyiapkan materi untuk menyusun paket-paket Film Layanan Masyarakat (FLM) dengan durasi minimal 30 menit yang menggambarkan proses penyusunan rencana tata ruang, proses pemanfaatan ruang, dan proses pengendalian pemanfaatan ruang. Materi tersebut nantinya akan menjadi acuan dalam membuat FLM yang akan dilakukan oleh tim profesional dalam perfilman. Namun mengingat pendeknya waktu yang tersedia, disarankan untuk melakukan penyusunan materi film dan pembuatan film secara semi paralel.

Sedangkan tujuan dari kegiatan ini antara lain:

1. Membuat materi (term of reference) untuk menyusun paket-paket Film Layanan

Masyarakat (FLM) yang dapat menggambarkan proses penyelenggaraan penataan       ruang,

2. Membuat film layanan masyarakat yang mengacu pada materi (term of reference)       diatas.

c.  Sasaran

 

Adapun sasaran yang ingin dicapai dalam kegiatan ini yaitu:

 

1. Tersiapkannya materi untuk membuat paket-paket FLM bidang penataan ruang, yang

mampu mewakili lokalitas kawasan. Materi tersebut tidak hanya menggambarkan  macam

paket film yang perlu disusun dan cakupan isinya, tetapi juga melalui media apa film

tersebut nantinya dikomunikasikan,

 

2. Terbuatnya film layanan masyarakat yang menggambarkan proses penyelenggaraan

penataan ruang dan mewakili nilai-nilai lokalitas kawasan.

 

d. Manfaat

Sedangkan manfaat dari kegiatan ini yaitu:

 

1. Mendorong publik untuk lebih aware (peduli) terhadap proses penataan ruang, terutama

dalam aspek pemanfaatan dan pengendalian, sehingga publik dapat mengerti dan

memahami proses pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang yang seharusnya.

 

2. Menjadi titik awal yang positif bagi hubungan sinerjik pemerintah-masyarakat dalam

upaya mengimplementasikan pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang yang sesuai dengan rencana tata ruang.

 

3. Menjadi bagian awal dalam merintis dan mendorong pemberdayaan masyarakat dalam penataan ruang, khususnya aspek pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang.

 

e. Ruang Lingkup

Ruang lingkup kegiatan sebagai berikut:

 

1. Melakukan kajian dan evaluasi tentang isu atau kondisi, potensi dan kendala serta

tantangan dalam melakukan kampanye (pendidikan) publik di bidang penataan ruang.

Kajian dan evaluasi tidak hanya mencakup aspek sosial dan budaya, tetapi juga

mencakup hukum dan kelembagaan serta pengaruh perkembangan teknologi komunikasi

dan informasi serta aspek-aspek lain yang terkait.

 

2. Kajian tersebut melibatkan perwakilan stakeholder dan para ahli terkait secara

interdisiplin, baik lokal maupun ahli tingkat nasional, dengan memanfaatkan lesson

learned selama ini dalam bidang penataan ruang, sehingga diperoleh masukan yang

komprehensif untuk menyusun strategi yang dimaksud.

 

3. Hasil kajian tersebut akan merupakan bahan untuk menyusun jenis dan substansi materi penyusunan FLM dalam bidang penataan ruang untuk didiskusikan dengan pemberi pekerjaan. Pada tahapan ini dianjurkan sudah dimulai proses pembuatan film yang dilakukan secara resmi paralel dengan penyusunan materinya, mengingat terbatasnyawaktu.

 

4. Finalisasi konsep materi untuk menyusun paket-paket FLM dilakukan dengan appraisal dari pemberi kerja. Mengingat materi ini sangat menentukan langkah berikutnya, yaitu pembuatan film oleh tim profesional, maka jadwal pelaksanaan yang ketat sangat diperlukan, Konsultan disarankan untuk sudah mendapat sebagian bahan-bahan untuk pembuatan film sebelum konsep materi selesai.

 

5. Membuat film layanan masyarakat, yang mencakup editing dan penyempurnaan serta finalisasi film yang menggambarkan proses penyelenggaraan penataan ruang mengacu pada materi (term of reference) diatas.

 

 

 

 

F. Keluaran

Adapun keluaran dari kegiatan ini adalah:

 

1. Rumusan materi (term of reference) guna menyusun paket-paket pembuatan dan

penayangan FLM bidang penataan ruang yang dapat mewakili lokalitas 3 kawasan

nasional.

 

2. Film Layanan Masyarakat yang menggambarkan proses penyelenggaraan penataan

ruang yang mengacu pada materi tersebut di atas.

 

G. Pendekatan Pekerjaan

Dalam rangka untuk mencapai produk yang dihasilkan, yaitu “Produksi Film Layanan Masyarakat”. Publik dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang melalui Media Cetak dan Elektronik, maka dilakukan pendekatan sebagai berikut:

 

1. Kajian Peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan penataan ruang, kajian laporan kegiatan sebelumnya yaitu Grand Scenario Gerakan Peningkatan Kepedulian dalam Penataan Ruang serta dokumen terkait lainnya;

 

2. Melakukan diskusi dengan berbagai ahli pengembangan wilayah dan stakeholder terkait untuk membahas materi skenario.

 

3. Melakukan kajian dan evaluasi tentang isu atau kondisi, potensi dan kendala serta

tantangan dalam pembuatan film layanan masyarakat, ruang. Kajian dan evaluasi tidak hanya mencakup aspek sosial dan budaya, tetapi juga mencakup hukum dan kelembagaan serta pengaruh perkembangan teknologi komunikasi dan informasi serta aspek-aspek lain yang terkait.

 

4. Mengidentifikasi permasalahan penataan ruang di wilayah studi serta melakukan kajian terhadap “lesson learned”, praktek penyelenggaraan penataan ruang di wilayah studi  yaitu kota Manado, Surabaya, Semarang, Bandar Lampung, Balikpapan, Pontianak dan  Medan. Dari hasil temuan dapat diketahui permasalahan dalam penyelenggaraan penataan ruang serta potensi dan kendala dalam pembuatan film layanan masyarakat.

 

5.  Merumuskan substansi materi pembuatan film layanan masyarakat serta target group berdasarkan temuan-temuan di daerah studi.

 

6. Dari hasil perumusan tersebut disusun paket skenario film layanan masyarakat.

 

7. Membuat film layanan masyarakat, yang mencakup editing dan penyempurnaan serta finalisasi film yang menggambarkan proses penyelenggaraan penataan ruang.

Kerangka Pendekatan Pekerjaan

 

H. Tahap Produksi Film Layanan Masyarakat

 

Dalam melaksanakan pekerjaan pembuatan film/video dokumenter/semi dokumenter akan menggunakan pola pengambilan gambar yang runtut dalam berbagai frame/angle/scene antara lain: Fullshot (FS), Medium Shot (MS), Medium Close Up (MCU), Close Up (CU). Selanjutnya, dari berbagai scene tersebut akan dirangkai kedalam satu jalinan sinematografis dengan menggunakan sejumlah transisi cutting, dissolving, fade in, fade out, super impose atau double exposure, dan lain-lain.

 

 

 

 

 

KATA PENGATAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya, akhirnya kami dapat menyelesaikan Tugas Multimedia “Produksi Film Masyarakat”. Dalam rangka meningkatkan Suatu Contoh Produksi Film Dimasyarakat. Paper ini merupakan hasil tahap Pembelajaran Multimedia dan penyempurnaan dari Paper terdahulu setelah mendapat masukan-masukan dari pembahasan dan upervise yang dilakukan di Produksi Film.

 

Penataan ruang, proses penyelenggaraan penataan ruang, peran serta masyarakat dalam penataan ruang, studi Kuliah  materi Multimedia layanan masyarakat sehubungan dengan penyelenggaraan penataan ruang, serta scenario Film Layanan Masyarakat.

 

Akhir kata terima kasih kami ucapkan kepada pihak-pihak yang telah berpartisipasi sehingga terlaksananya pekerjaan ini.

 

 

Depok,19 Oct 2010

 

 

 

 

Daftar Pustaka

www.penataanruang.ne

http://www.slideshare.net/AHD/program-drama

 

tentangvideo.wordpress.com/2009/08/22/katapengantar/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: