Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

  1. Jelaskan perbedaan masyarakat desa dan masyrakat kota?

–          Masyarakat desa

Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri atau perwujudan atau kesatuan goegrafi, sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah), dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbale balik dengan daerah lain.

Warga suatu masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam ketimbang hubungan mereka dengan warga masyarakat pedesaan lainnya. Sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar sistem kekeluargaanSistem kekerabatan dan kelompok kekerabatan masih memegang peranan penting. Penduduk masyarakat pedesaan pada umumnya hidup dari pertanian, walaupun terlihat adanya tukang kayu, tukang genteng dan bata, tukang membuat gula, akan tetapi inti pekerjaan penduduk adalah pertanian. Pekerjaan-pekerjaan di samping pertanian, hanya merupakan pekerjaan sambilan saja.

Ciri-cirinya sebagai berikut:

a. Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih.

b. Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan kebersamaan, tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.

c. Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja.(lawannya Universalisme)

d. Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.(lawanya prestasi).

e. Kekabaran (diffuseness). Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan sesuatu. Dari uraian tersebut (pendapat Talcott Parson) dapat terlihat pada desa-desa yang masih murni masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar.

–          Masyarakat Kota

Kota ialah tempat yang berpenduduk sepuluh ribu orang atau lebih. Dari beberapa pendapat secara umum dapat dikatakan mempunyani ciri-ciri mendasar yang sama. Pengertian kota dapat dikenakan pada daerah atau lingkungan komunitas tertentu dengan tingkatan dalam struktur pemerintahan.

Ciri-ciri masyarakat Perkotaan

1. Kehidupan keagamaannya berkurang, kadangkala tidak terlalu dipikirkan karena memang kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja.

2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus berdantung pada orang lain  (Individualisme).

3. Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.

4. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota.

5. Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, intuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.

6. Perubahan-perubahan tampak nyata dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.

 2.      Jelaskan hakikat keragaman dan kesetaraan manusia?

Keragaman adalah perbedaan yang indah, sehingga dalam keragaman kita harus berpikir keindahan yang sangat unik. Karena jika kita tidak melihat suatu perbedaan kita tidak akan melihat suatu keindahan karena tidak ada perbandingan. Banyak individu melihat perbedaan atau keragaman yang berada disekitar mereka adalah sesuatu yang salah. Seharusnya mereka dapat berpikir bagaimana kita dapat menilai sesuatu jika kita tidak dapat membandingkan sesuatu. kenyataannya, kita akan mengerti sesuatu itu indah, itu baik, itu bagus ketika kita sudah menemukan sesuatu pembanding untuk membandingkan sesuatu yang kita nilai. Oleh sebab itu marilah kita berpikir keindahan saat kita menemukan perbedaan sehingga kita dapat memberikan sesuatu yang berarti dalam kehidupan kita. Dan itulah hakikat dari keragaman dan perbedaan.

Kesetaraan dalam derajat kemanusiaan dapat terwujud dalam praktik nyata dengan adanya pranata-pranata sosial, terutama pranata hukum, yang merupakan mekanisme kontrol yang secara ketat dan adil mendukung dan mendorong terwujudnya prinsip-prinsip kesetaraan dalam kehidupan nyata. Kesetaraan derajat individu melihat individu sebagai manusia yang berderajat sama dengan meniadakan hierarki atau jenjang sosial yang menempel pada dirinya berdasarkan atas asal rasial, sukubangsa, kebangsawanan, atau pun kekayaan dan kekuasaan.

3.      Jelaskan kemajemukan dalam dinamika sosial budaya

a.      Horizontal

b.      Vertikal

Keragaman yang terdapat dalam kehidupan sosial manusia melahirkan masyarakat majemuk. Majemuk berarti banyak ragam, beraneka, berjenis-jenis. Konsep masyarakat majemuk (plural society) pertama kali diperkenalkan oleh Furnivall tahun 1948 yang mengatakan bahwa ciri utama masyarakatnya adalah berkehidupan secara berkelompok yang berdampingan secara fisik, tetapi terpisah oleh kehidupan sosial dan tergabung dalam sebuah satuan politik.

mengkategorikan masyarakat majemuk di suatu kota berdasarkan dua hal, yaitu pembelahan horizontal dan pembelahan vertikal.

Secara horizontal, masyarakat majemuk, dikelompokkan berdasarkan:

  1. Etnik dan ras atau asal usul keturunan.
    1. Bahasa daerah.
    2. Adat Istiadat atau perilaku.
    3. Agama.
    4. Pakaian, makanan, dan budaya material lainnya.

Secara vertical, masyarakat majemuk dikelompokkan berdasarkan:

  1. Penghasilan atau ekonomi.
    1. Pendidikan.
    2. Pemukiman.
    3. Pekerjaan.
    4. Kedudukan social politik.

Keragaman atau kemajemukkan, masyarakat terjadi karena unsur-unsur seperti ras, etnik, agama, pekerjaan (profesi), penghasilan, pendidikan, dan sebagainya.

–          Ras

Kata ras berasal dari bahasa Prancis dan Italia, yaitu razza. Pertama kali istilah ras diperkenalkan Franqois Bernier, antropolog Prancis, untuk mengemukakan gagasan tentang pembedaan manusia berdasarkan kategori atau karakteristik warna kulit dan bentuk wajah. Setelah itu, orang lalu menetapkan hierarki manusia berdasarkan karakteristik fisik atau biologis, karakter biologis, pada umumnya manusia dikelompokkan dalam berbagai ras. Manusia dibedakan menurut bentuk wajah, rambut, tinggi badan, warna kulit, mata, hidung, dan karakteristik fisik lainnya. Jadi, ras adalah perbedaan manusia menurut berdasarkan ciri fisik biologis. Ciri utama pembeda antarras antara lain ciri alamiah rambut pada badan, warna alami rambut, kulit, dan iris mata, bentuk lipatan penutup mata, bentuk hidung serta bibir, bentuk kepala dan muka, ukuran tinggi badan.

Ciri-ciri yang menjadi identitas dari ras bersifat objektif atau somatik. Secara biologis, konsep ras selalu dikaitkan dengan pemberian karakteristik seseorang atau sekelompok orang ke dalam suatu kelompok tertentu yang secara genetik memiliki kesamaan fisik, seperti warna kulit, mata, rambut, hidung, atau potongan wajah. Di dunia ini dihuni berbagai ras. Pada abad ke-19, para ahli biologi membuat klasifikasi ras atas tiga kelompok, yaitu kaukasoid, Negroid, dan Mongoloid. Sedangkan Koentjaraningrat (1990) membagi ras di dunia ini dalam 10 kelompok, yaitu Kaukasoid, Mongoloid, Negroid, Australoid, Polynesia, Malenesia, Micronesia, Ainu, Dravida, dan Bushmen.

–          Etnik atau suku bangsa

suku bangsa sebagai kelompok sosial atau kesatuan hidup manusia yang memiliki sistem interaksi, yang ada karena kontinuitas dan rasa identitas yang mempersatukan semua anggotanya serta memiliki sistem kepemimpinan sendiri.

etnik adalah suatu kelompok masyarakat yang sebagian besar secara biologis mampu berkembang biak dan bertahan, mempunyai nilai budaya, membentuk jaringan komunikasi dan interaksi sendiri dan menentukan sendiri ciri kelompok yang diterima kelompok lain dan dapat dibedakan dari kelompok populasi lain.

 4.      Problematika keragaman dan kesetaraan serta solusinya dalam kehidupan?

1. Problema Keragaman Serta Solusinya Dalam Kehidupan

Keragaman masyarakat Indonesia yang mengembangkan kita tidak serta merta mempunyai dampak yang positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara melainkan keragaman ini juga bisa perpotensi negative.

Van de burghe sebagaimana dikutip oleh elly M. setiadi (2006) menjelaskan bahwa masyarakat majmuk memiliki sifat-sifat sbb:

a) Terjadinya segmentasi kedalam kelompok-kelompok yang seringkali memiliki kebudayaan yang berbeda.

b) Memiliki struktur social yang berbagi-bagi kedalam lembaga-lembaga yang bersifat nonkomplementer

c) Kurang mengembangkan consensus diantara para anggota masyarakat tentang nilai-nilai sosial yang bersifat dasar.

d) Secara relatif, seringkali terjadi konflik diantara kelompok yang satu dengan yang lainnya.

e) Secara relatif, integrasi sosial tumbuh diatas paksaan dan saling ketergantungan di dalam bidang ekonomi.

f) Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok terhadap kelompok yang lain.
Dilihat dari ciri-ciri diatas akan ada potensi yang melemahkan gerak jehidupan masyarakat itu sendiri. Keragaman budaya daerah memang memperkaya khazanah budaya dan sebagai modal yang berharga untuk membangun indonesia Yang multikultural. Namun kondisi ini sangat berpotensi memecah belah dan menjadi lahan subur bagi konflik dan kecemburuan sosial.

Konflik yang terjadi sesungguhnya bukanlah akibat dari keanekaragaman tersebut. Melainkan masalah itu mencul semata-mata karena tidak adanya komunikasi dan pemahaman pada berbagai kelompok masyarakat dan budaya lain. Yang dibutuhkan adalah adanya kesadaran untuk menghargai, menghormati, serta menegakkan prinsip-prinsip kesetaraan atau kesedrajatan antar masyarakat tersebut.

Salah satu hal yang penting dalam meningkatkan pemahaman antar budaya dan masyarakat ini adalah sedapat mungkin dihilangkan penyakit-penyakit budaya. Penyakit budaya ini;lah yang ditengarai dapat memicu konflik antar kelompok masyarakat di indonesia. Penyakit budaya tersebut adalah Etnosentrisme stereotip, prasangka, rasisme, diskriminasi, dan scape goating (sutarno,2007).

Selain menghilangkan penyakit-penyakit budaya diatas, terdapat bentuk solusi yang lain yang dapat dilakukan. Elly M.stiadi dkk (2006) mengemukakan ada hal-hal lain yang dapat dilakukan untuk memperkecil masalah yang diakibatkan oleh pengaruh negatif dari keragaman, yaitu:
1. semangat religius
2. semangat nasionalisme
3. semangat pluralisme
4. semangat humanisme
5. dialog antar ummat beragama
6. Membangun suatu pola komunikasi untuk intraksi maupun konfigurasi hubungan antar agama, media massa, dan harmonisasi dunia.

2. Problema Kesetaraan Serta Solusinya Dalam Kehidupan

Kesedrajatan adalah suatu sikap untuk mengakui adanya persamaan drajad, hak, dan kewajiban sebagai sesama manusia. Indikator kesederajatan adalah sbb:

a) Adanya persamaan drajad dilihat dari agama, suku bangsa, ras, gender, dan golongan.

b) Adanya persamaan hak dari segi pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan yang layak.

c) Adanya persamaan kewajiban sebagai hamba tuhan, individu, dan anggota masyarakat.

Problema yang terjadi dalam kehidupan umumnya adalah munculnya sikap dan prilaku untuk tidak mengakui adanya persamaan drajat, hak, dan kewajiban antar manusia atau antar warga. Prilaku ini biasa disebut deskriminasi.

Diskriminasi merupakan tindakan yang melanggar HAM. Dantidak sesuai dengan nilai-nilai dasar kemanusiaan. Program Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 memasukkan program penghapusan deskriminasi dalam berbagai bentuk sebagai program pembangunan bangsa. Berkaitan dengan ini pemerintah mengambil arah kebijakan sbb:

a) Meningkatkan upaya penghapusan segala bentuk deskriminasi termasuk ketidak adilan gender, bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama dihadapan hukum tanpa terkecuali.

b) Menerapkan hukum dengan adil melalui perbaikan sistem hukum yang profesional, bersih dan berwibawa.
Penghapusan deskriminasi dilakukan melalui pembuatan peraturan perundang-undangan yang anti diskriminitif serta pengimplementasiannya di lapangan.

 5.     Berikan contoh 1 kasus konflik horizontal di indonesia serta penyebab dari konflik itu?

Biasanya berupa benturan antara rakyat versus rakyat, di mana yang menjadi korban adalah rakyat pula. Bahkan tidak jarang konflik di dataran horisontal sekadar kembangan sistematis dari konflik level elit. Masih teringat tragedi 1965-1966 di mana massa rakyat di pulau Jawa (juga Bali) melakukan pembunuhan massal terhadap orang-orang yang dicurigai sebagai simpatisan Partai Komunis Indonesia. Konflik tersebut merupakan kembangan dari konflik politik di tingkat elit antara elit pro dan anti status quo.

Dampak konflik paling hebat adalah yang terjadi seiring transisi politik Indonesia di penghujung akhir tahun 1990-an. Ketika rezim otoritarian kontemporermulai lemah dalam mengikat konsensus, lalu memainkan sentimen agama sebagai pijakan baru politiknya di satu sisi, sementara di sisi lain pola perpindahan penduduk (lewat transmigrasi dan urbanisasi) membentuk kemajemukan yang kompleks di sejumlah daerah, meletuslah beragam konflik komunal di Indonesia.

Penyebab dari Konflik-konflik yang terjadi di Indonesia umumnya berkembang di sekeliling garis multikulturalitas masyarakat. Nuansa suku bangsa, etnis, agama, dan pelapisan sosial mewarnai konflik-konflik violence sekaligus vandal. Konflik yang menyeret wacana primordial umum terjadi dalam konflik.

 

Sumber Data:

http://manusiabudaya.blogspot.com/2012/06/perbedaan-masyarakat-desa-kota.html
http://puturistik.blogspot.com/2010/06/hakikat-keragaman-dan-kesetaraan_03.html
http://erfanm.blogspot.com/2011/04/surah-al-ala-yang-maha-tinggi-dengan.html
http://setabasri01.blogspot.com/2012/05/pendekatan-pendekatan-dalam.html
http://haiz-fisika.blogspot.com/2010/06/resume-hakekat-keragaman-dan-kesetaraan.html
http://rustadi29-dinamikakehidupan.blogspot.com/2011/07/manusia-keseragaman-dan-kesetaraan.html
http://setabasri01.blogspot.com/2012/05/pendekatan-pendekatan-dalam.html

 

 

 

 

 

 

 

PERTANYAAN PENDAPAT

Pemerintah melakukan pelebaran jalan guna lebih menggerakkan roda perekonomian di daerah, untuk merealisasikan hal tersebut dilakukan pembebasan sejumlah lahan milik warga, pemerintah akan memberikan ganti rugi atas pembebasan tersebut namun sejumlah warga menolak karena ganti rugi yang akan diberikan tidak sebanding dengan nilai jual tanah, menurut anda kepentingan manakah yang harus di utamakan kepentingan Pribadi atau Publik? Jelaskan penyelesainnya?

Jawab :

             Kalau menurut saya yang lebih diutamakan terlebih dahulu adalah kepentingan publik karena  rencana dari pemerintah tersebut sangat berguna bagi orang banyak atau publik khususnya menggerakkan roda perekonomian yang nantinya bisa mensejahterakan rakyat dari segi ekonomi, kalaupun ada warga yang tidak setuju dengan rencana tersebut dari segi ganti rugi karena tidak sebanding dengan nilai jual tanahnya, pemerintah harus membentuk kesepakatan dan bernegosiasi ulang kembali bersama warga dengan cara musyawarah agar keinginan warga dapat terpenuhi, bagimanapun juga hal ini demi kepentingan bersama untuk meningkatkan roda perekonomian didaerah.

manusia sebagai makhluk individu dan sosial

1. Apa makna manusia sebagai makhluk individu?

“Individu” berasal dari kata latin, “individuum” artinya “yang tidak terbagi”.

merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas.

Dalam ilmu social paham individu menyangkut tabiat dengan kehidupan dan jiwa yang majemuk, memegang peranan dalam pergaulan hidup manusia. Individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa.

Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut sebagai individu. Dalam diri individu ada unsur jasmani dan rohaninya, atau ada unsur fisik dan psikisnya, atau ada unsur raga dan jiwanya.

 pada saat manusia bertindak terhadap sesuatu atas dasar makna yang dimiliki sesuatu tersebut bagi manusia. Kemudian makna yang dimiliki sesuatu itu berasal dari interaksi antara seseorang dengan sesamanya. Dan terakhir adalah Makna tidak bersifat tetap namun dapat dirubah, perubahan terhadap makna dapat terjadi melalui proses penafsiran yang dilakukan orang ketika menjumpai sesuatu. Proses tersebut disebut juga dengan interpretative process

2. Apa makna manusia sebagai makhluk sosial?

manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya.karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.

3. Apa implikasi-implikasi yang terjadi dari sifat kesosialan manusia itu?

Manusia memiliki dua peranan yang harus dilakoni dalam kehidupan ini, yaitu manusia sebagai makhluk individu dan manusia sebagai makhluk sosial. Sebagai seorang individu manusia memiliki sifat egois, ambisius dan tidak pernah puas. Sedangkan dalam peranannya sebagai makhluk sosial mereka dituntut untuk bisa berbagi dan saling tolong menolong.

–   Kesadaran akan ‘ketidakberdayaan’ manusia bila seorang diri.

–   Kesadaran untuk senantiasa dan harus berinteraksi dengan orang lain.

–   Penghargaan akan hak-hak orang lain.

–   Ketaatan terhadap norma-norma yang berlaku

4. Mengapa interaksi sosial menjadi kunci utama dalam kehidupan sosial?

Karena Interaksi sosial merupakan alat kontak sosial dan komunikasi antar dua individu atau kelompok untuk terjadinya hubungan sosial serta penyampaian suatu informasi dan pemberian tafsiran dan reaksi terhadap informasi yang disampaikan, sehingga terbentuklah kehidupan bersama.

5. Apakah semua interkasi sosial yang berlangsung bersifat positif bagi kehidupan manusia?

Tidak semua interaksi sosial yang berlangsung bersifat positif bagi kehidupan manusia karena jika dilihat dari sifat interaksinya, ada interaksi yang asosiatif dan interaksi yang disasosiatif. Interaksi sosial yang bersifat asosiatif mengarah pada kerja sama antar individu atau antar kelompok, contohnya kerja sama, akomodasi, asimilasi, dan akulturasi, sedangkan interaksi sosial yang bersifat disasosiatif mengarah pada bentuk-bentuk pertikaian atau konflik, contohnya persaingan, kontroversi, dan permusuhan.

 

Sumber Data:

http://blog.tp.ac.id/memahami-manusia-sebagai-makhluk-individu
http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/2272647-pengertian-manusia-sebagai-makhluk-individu/
http://lessons4doctors.blogspot.com/2011/10/isbd-bab-3-manusia-sebagai-makhluk.html
http://arifwibowo158.blogspot.com/2011/11/manusia-sebagai-makhluk-sosial.html
http://blogkosan.wordpress.com/2012/03/26/manusia-sebagai-makhluk-individu-dan-sosial-24-2/

Pokok Masalah Tentang Individu, Keluarga dan Masyarakat

  • Pengertian Individu

Individu berasal dari kata individum (Latin), Yaitu satuan kecil yang tidak dapat dibagi lagi. Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia yang hidup berdiri sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa, rasio, dan rukun.

  1. Raga, merupakan bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara individu yang satu dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang sama
  2. Rasa, merupakan perasaan manusia yang dapat menangkap objek gerakan dari benda-benda isi alam semesta atau perasaan yang menyangkut dengan keindahan
  3. Rasio atau akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangkan diri, mengatasi segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan alat untuk mencerna apa yang diterima oleh panca indera.
  4. Rukun atau pergaulan hidup, merupakan bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidup berdampingan satu sama lain secara harmonis, damai dan saling melengkapi. Rukun inilah yang dapat membantu manusia untuk membentuk suatu kelompok sosial yang sering disebut masyarakat

Dalam ilmu sosial individu merupakan bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil.

  • Pengertian Keluarga dan Fungsi Keluarga

Keluarga (bahasa Sanskerta: “kulawarga”; “ras” dan “warga” yang berarti “anggota”) adalah lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah.

Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut.

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.

– Fungsi Keluarga

Fungsi keluarga menurut Friedman 1998 (dalam Setiawati & Santun, 2008) adalah :
a)    Fungsi Afektif
Fungsi afektif adalah fungsi internal  keluarga sebagai dasar kekuatan keluarga. Didalamnya terkait dengan saling mengasihi, saling mendukung dan saling menghargai antar anggota kelurga.
b)    Fungsi Sosialisasi
Fungsi sosialisasi adalah fungsi yang mengembangkan proses interaksi dalam keluarga. Sosialisasi dimulai sejak lahir dan keluarga merupakan tempat individu untuk belajar bersosialisasi
c)    Fungsi Reproduksi
Fungsi reproduksi adalah fungsi keluarga untuk meneruskan kelangsungan keturunan dan menambah sumber daya manusia.
d)    Fungsi Ekonomi
Fungsi ekonomi adalah fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarganya yaitu : sandang, pangan dan papan.
e)    Fungsi Perawatan Kesehatan
Fungsi perawatan kesehatan adalah fungsi keluarga untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan dan merawat anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan.

  • Keluarga Inti

Keluarga inti yaitu keluarga yang terdiri dari suami, istri, dan anak atau anak-anak, yang pertama kali dikembangkan oleh dunia barat untuk membedakan kelompok keluarga yang terdiri dari orang tua dan anak-anaknya, biasanya ayah, ibu, dan anak, dari apa yang dikenal keluarga besar.

  • Keluarga Besar

Keluarga Besar (Extended Family): keluarga inti ditambah sanak saudara misalnya nenek, kakek, keponakan, saudara sepupu, paman, bibi, dsb.

  • Tipe-tipe Keluarga

– Keluarga Dalam Masyarakat Praliterasi

Terdapat 2 faktor penting yang berbeda dalam penentuan pola organisasi keluarga praliterasi. Pertama adalah cara menentukan garis keturunan, apakah berdasarkan garis keturunan dari laki-laki (pratrilineal) atau wanita (matrilineal). Kedua adalah menurut tempat tinggal pasangan setelah menikah.

– Keluarga Maternal

Dalam beberapa masyarakat praliterasi ini disusun dari ibu, anak laki-lakinya, anak perempuannya, dan anak-anak dari anak perempuannya. Setelah menikah anak laki-lakinya terus tinggal dengan ibu mereka dan hanya merupakan tamu dari keluarga istri mereka, yang juga bertempat tinggal dengan ibu perempuan sendiri.

– Keluarga Paternal

Atas kondisi tertentu keluarga pada masa praliterasi diatur sesuai dengan keturunana paternal,di mana wanita yang menikah akan tinggal bersama suaminya di rumah ibu-bapaknya, serta saudara laki-lakinya yang telah menikah beserta dengan istri-istri dan anak-anak mereka. Kehidupan anak, seperti pada keluarga maternal, banyak diurus atas pengaruh kaum keluarga.

– Keluarga Historis

Keluarga Patriarkat Luas (Extended Patriarchal Family)

Pada masyarakat kuno, keluarga patriarkal luas adalah ciri-ciri dari bentuk kekeluargaan. Hal ini biasa ditemui di China, India, dan jepang. Pada saat sekarang ini mungkin mayoritas dari ras manusia yang hidup pada negara-negara yang masih memperhatikan tipe organisasi keluarga yang seperti ini, sedikit banyak akan menggunakan kontrol yang absolut atas istri-istrinya, anak-anak perempuannya yang belum menikah, anak laki-lakinya.

– Keluarga Demokratis Modern

Revolusi industri telah menyebabkan hancurnya keluarga patriarkal kecil dan timbulnya keluarga demokratis. Pada saat pemuda-pemuda desa dapat memperoleh kebebasan tanah atau seorang pemuda di kota dapat memperoleh suatu pekerjaan di pabrik, kekuasaan orang tua telah banyak mengalami kelemahan. Orang-orang muda telah mengatur perkawinan mereka sendiri dan membentuk rumah tangga sendiri.

  • Pengertian Masyarakat

Masyarakat merupakan salah satu satuan sosial sistem sosial, atau kesatuan hidup manusia. Istilah inggrisnya adalah society, sedangkan masyarakat itu sendiri berasal dari bahasa Arab Syakara yang berarti ikut serta atau partisipasi, kata Arab masyarakat berarti saling bergaul yang istilah ilmiahnya berinteraksi.

Dapat disimpulkan bahwa Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang saling berinteraksi dalam suatu hubungan sosial telah dan memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.

  • Pandangan hidup

Pandangan hidup itu bersifat kodrati, Karena itu ia menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup sendiri adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pandangan hidup itu adalah sebuah jalur yang dibuat untuk menentukan arah kehidupan seseorang, Pandangan hidup itu ibarat wadah dan Manusia adalah ibarat air yang mengikuti bagaimana bentuk wadah.

 

Sumber Data:

http://www.scribd.com/doc/39801272/Pengertian-individu
http://ratihseptiaryani.blogspot.com/2009/12/individu-pengertian-individu-individu.html
http://keripiku.blogspot.com/2010/11/pengertian-individu-keluarga-dan.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga
http://ilmugreen.blogspot.com/2012/06/fungsi-keluarga.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga_inti
http://www.scribd.com/doc/50988183/Tipe-tipe-Keluarga
http://carapedia.com/pengertian_definisi_masyarakat_menurut_para_ahli_info488.html
http://pointofauthorities.blogspot.com/2012/04/makna-pandangan-hidup.html

 

 

 

 

 

 

 

ILMU SOSIAL DASAR

  • Hakikat Ilmu Sosial Dasar

Ilmu Sosial Dasar (ISD) membicarakan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. Hubungan ini dapat diwujudkan kenyataan sosial, kenyataan sosial inilah yang menjadi titik perhatiannya. Ilmu Sosial Dasar memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk melengkapi gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran kita dalam menghadapi lingkungan sosial. Ilmu sosial bukanlah suatu bidang keahlian ilmu-ilmu sosial tertentu, seperti politik, antropologi dan sebagainya, tetapi menggunakan pengertian-pengertian berasal dari berbagai bidang ilmu sosial seperti ilmu politik, sosiologi, sejarah dan sebagainya.

  • Tujuan Ilmu Sosial Dasar

Ilmu Sosial Dasar Bertujuan membantu perkembangan kepribadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam lingkungannya, khususnya gejala yang berkenaan dengan masyarakat sehingga daya tanggap, persepsi dan penalaran berkenaan dengan lingkungan sosial dapat dipertajam.

  • Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar

Adapun ruang lingkup pada Ilmu Sosial dasar  adalah sebagai berikut:

1. Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu.

2. Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial.

Sebagai contoh dari konsep dasar semacam ini misalnya konsep keanekaragaman, dan konsep kesatuan sosial.

3. Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan sosial yang antara satu dengan yang lainnya saling berkaitan.

  • Kajian-kajian pada Ilmu Sosial Dasar

Yang menjadi kajian pada ilmu sosial dasar yaitu:

1. Antropologi

suatu ilmu dari totalitas eksistensi manusia. Transaksi disiplin dengan integrasi berbagai aspek Ilmu Sosial, Humaniora, dan Biologi Manusia. Ilmu-ilmusosial umumnya berusaha untuk mengembangkan metode ilmiah untuk memahami fenomena sosial dengan cara digeneralisasikan, meskipun biasanya dengan metode yang berbeda dari orang-orang dari ilmu-ilmu alam. Ilmu-ilmu sosial antropologis sering mengembangkan deskripsi bernuansa dari pada hukum umum diturunkan dalam fisika atau kimia, atau mereka dapat menjelaskan kasus-kasus individu melalui prinsip-prinsip yang lebih umum, seperti dalam banyak bidang psikologi.

2. Komunikasi Studi

Komunikasi Studi mengintegrasikan aspek-aspek ilmu sosial dan humaniora. Sebagai ilmu sosial, disiplin sering tumpang tindih dengan sosiologi, psikologi, antropologi, biologi, ilmu politik, ekonomi, dan kebijakan publik.

3. Ekonomi

Ekonomi adalah ilmu sosial yang bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan produksi, distribusi, dan konsumsi kekayaan. Ekonomi memiliki dua cabang yang luas contohnya ekonomi mikro di mana unit analisis adalah agen individu, seperti rumah tangga atau perusahaan, dan makro ekonomi di mana unit analisis adalah ekonomi secara keseluruhan.

4. Pendidikan

Pendidikan meliputi mengajar dan belajar spesifik keterampilan, dan juga sesuatu yang kurang nyata tetapi lebih mendalam yaitu menanamkan pengetahuan, positif penghakiman dan berkembang dengan baik kebijaksanaan pendidikan manusia individu dimulai saat lahir dan berlanjut sepanjang hidup.

5. Geografi

Sebagai disiplin ilmu dapat dibagi secara luas menjadi dua sub bidang utama yaitu geografi manusia dan geografi fisik. Geografi fisik mengkaji fenomena yang berkaitan dengan iklim, lautan, tanah, dan pengukuran bumi. Geografi manusia berfokus pada bidang yang beragam seperti geografi Budaya, transportasi, kesehatan, militer operasi, dan kota-kota.

6. Sejarah

Sejarah adalah narasi, sistematis dan terus menerus penelitian peristiwa manusia masa lalu sebagaimana ditafsirkan melalui paradigma historiografi atau teori, seperti TesisTurner tentang perbatasan Amerika. Sejarah memiliki basis di kedua ilmu-ilmu sosial dan humaniora.

7. Hukum

Hukum dalam bahasa umum, berarti aturan yang (tidak seperti aturan etika ) mampu melalui lembaga-lembaga penegakan hukum. Namun, banyak hukum yang didasarkan pada norma-norma diterima oleh masyarakat dan dengan demikian memiliki landasan etika.

8. Linguistik

Linguistik menyelidiki aspek kognitif dan sosial dari bahasa manusia. Mayoritas dari penelitian modern dalam linguistik mengambil didominasi sinkronis perspektif (berfokus pada bahasa pada titik tertentu dalam waktu), dan banyak dari itu sebagian karena pengaruh Noam Chomsky bertujuan merumuskan teori pengolahan kognitif bahasa.

9. Ilmu politik

Ilmu politik adalah akademik dan penelitian disiplin yang berhubungan dengan teori, praktek politik, deskripsi dan analisis sistem politik serta perilaku politik. Bidang dan sub bidang ilmu politik termasuk ekonomi politik, teori politik dan filsafat, kewarganegaraan dan politik komparatif, teori demokrasi langsung, pemerintahan apolitis, demokrasi langsung partisipatif, sistem nasional, lintas nasional analisis politik, pembangunan politik, hubungan internasional, kebijakan luar negeri, hukum internasional, politik, administrasi publik, perilaku administrasi, hukum publik, perilaku hukum, dan kebijakan publik. Ilmu politik secara metodologis beragam, meskipun beberapa tahun terakhir telah menyaksikan kebangkitan dalam penggunaan metode ilmiah.

10. Administrasi publik

Administrasi publik dapat secara luas digambarkan sebagai pelaksanaan pengembangan dan studi cabang pemerintahan. Mengejar kepentingan publik dengan meningkatkan masyarakat sipil dan keadilan sosial adalah tujuan akhir dari lapangan. Meskipun administrasi publik secara historis disebut sebagai manajemen pemerintah, semakin mencakup organisasi non-pemerintah (LSM) yang juga beroperasi dengan dedikasi, utamanya untuk kemajuan umat manusia.

11. Psikologi

Psikologi adalah akademik dan diterapkan lapangan yang melibatkan studi tentang perilaku dan proses mental. Psikologi juga mengacu pada aplikasi seperti pengetahuan ke berbagai bidang aktivitas manusia, termasuk masalah individu kehidupan sehari-hari dan pengobatan penyakit mental.

12. Sosiologi

Sosiologi adalah studi sistematik masyarakat dan manusia aksi sosial. Arti kata berasal dari akhiran “ology” yang berarti “studi,” berasal dari bahasa Yunani, dan batang “SOCI” yang berasal dari kata Latin socius, yang berarti “pendamping”, atau masyarakat pada umumnya.

  • Masalah Sosial

Masalah sosial pada hakikatnya merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia karena masalah sosial telah terwujud sebagai hasil kebudayaan manusia itu sendiri, sebagai akibat dari hubungan-hubungannya dengan sesama manusia lainnya. Masalah-masalah sosial pada setiap masyarakat manusia berbeda satu sama lain karena adanya tingkat perkembangan kebudayaan dan masyarakatnya yang berbeda serta lingkungan alamnya. Masalah-masalah tersebut terwujud sebagai masalah sosial, masalah moral, masalah politik, masalah agama dan masalah lainnya.

  • Perbedaan antara Pengetahuan budaya dan Ilmu Budaya Dasar

–  Pengetahuan Budaya : ilmu-ilmu pengetahuan yang dianggap bertujuan membuat manusia lebih manusiawi, dalam arti membuat manusia lebih berbudaya. Kategori yang tergolong dalam ilmu ini seperti (Teologi, Filsafat,H ukum, Sejarah, Filologi, Bahasa, Budaya & Linguistik (Kajian bahasa), Kesusastraan, Kesenian, Psikologi).

–  Ilmu Budaya Dasar : Pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang di kembangkan untuk mengkaji msalah-masalah manusia dan kebudayaan.

 

Sumber Data:

http://muchad.com/teori-ilmu-sosial-hakikat-tujuan-ilmu-sosial-dasar.html
http://kahfiehudson.blogspot.com/2010/10/ilmu-sosial-dan-budaya-dasar.html
http://blog.uin-malang.ac.id/muchad/2010/07/17/teori-ilmu-sosial-hakikat-tujuan-ilmu-sosial-dasar/
http://yurispersada.blogspot.com/2012/02/ruang-lingkup-kajian-ilmu-ilmu-sosial.html
http://ebookbrowse.com/lingkup-dan-kajian-ilmu-sosial-dan-budaya-dasar-1-doc-d355204741
http://en.wikipedia.org/wiki/Social_science
http://lydia14211185.wordpress.com/2011/11/11/tugas-1-persamaan-dan-perbedaan-antara-ilmu-budaya-dasar-dengan-ilmu-pengetahuan-sosial/
http://ml.scribd.com/doc/85725979/Ilmu-Budaya-Dasar-Bab

ENLIGHT SNIPER POWER 500W

Dari produk PSU yang hadir pada single test kali ini, yaitu produk dari Enlight. Nama produknya adalah Enlight Sniper Power 500W. produk PSU ini memiliki peak power sebesar 500 watt.

Produk ini jika dilihat secara sekilas sangat sederhana sekali. Tidak ada tombol on/off, bukan bertipe modular. Sehingga anda tidak akan menemukan cable management di sini.

Berat PSU ini cukup ringan, karena hanya sekitar 1,85 kg. Berat ini seudah termasuk kabel konektor yang terpasang. Kami tidak membedah produk ini, namun terlihat dari pendingin yang digunakan adalah aluminium beatsink dan tambahan pendingin menggunakan fan berdiameter 13,5 cm. Ukuran standar untuk sebuah PSU.

Kinerja yang dimiliki produk ini cukup baik. Dari beberapa pengujian yang dilakukan pada saat full load, kinerja dari masing-masing rail tegangan +3,3v, +5v, dan +12v, seluruhnya masih dalam batas toleransi. Produk seharga 365 ribu ini cukup tinggi untuk sebuah produk PSU yang belum modular.

 

Sumber Data:

– alexander.jularso@pcmedia.ac.id

– PC Media (10/2010)

 

 

Website Universitas Gunadarma :

www.gunadarma.ac.id

– www.studentsite.gunadarma.ac.id

– www.baak.gunadarma.ac.id

– www.ugpedia.gunadarma.ac.id

MENYELESAIKAN MASALAH DENGAN KEYBOARD MANUSIA

1. Short Keys

            Di dalam dunia computer dikenal dengan istilah short keys yang bisa kita temui pada keyboard komputer. Fungsi dari short keys adalah menyingkat sekian banyak perintah dalam sebuah program, yaitu dengan menekan satu atau beberapa tombol keyboard untuk menjalankan perintah yang diinginkan.

2. New Pages

            Untuk membuka halaman baru di layar minitor, anda tinggal menekan tombol Ctrl + N. apabila seseorang mau menekan tombol Toleransi + Rasa Memaafkan, niscaya ia mampu membuka lembaran baru dengan setiap orang yang telah berbuat buruk kepada dirinya, baik orang yang ia cinta maupun teman-temannya sendiri.

3. Save

            Untuk menyimpan sebuah file, anda tinggal menekan tombol Ctrl + S. jika seseorang mau menekan tombol Amanah + Takwa, niscaya ia mampu menjaga hak-hak orang lain dan anugerah yang telah diberikan kepadanya tanpa pernah mengingatkan sama sekali.

4. Find

            Untuk menemukan file tertentu, tinggal menekan tombol Ctrl + F. jika seseorang menekan tombol Tawakal + Qonaah, niscaya ia dapat mencari semua hal yang dapat membuatnya bahagia di dunia dan akhirat kelak.

5. Print

             Untuk mencetak sebuah dokumen, anda tinggal menekan tombol Ctrl + P. jika seseorang mau menekan tombol Jujur + Kasih, niscaya ia dapat menghadirkan senyuman di balik kedua bibir kaum miskin, yatim, dan orang-orang yang membutuhkan bantuan.

6. Restart

            Anda dapat menghilangkan semua permasalahan atau hal-hal incidental yang mengganggu jalannya program computer dengan menekan Ctrl + Alt + Del. Jika seseorang mau menekan tombol Optimisme + Lupa + Cita-cita, niscaya ia mampu melewati semua pengalaman pahit dan sekian banyak permasalahan yang telah lalu maupun yang tengah dihadapi.

 

Sumber Data:

Amru Hasan Ahmad Badran, Cara Mengatasi Masalah Dengan Orang Lain, Cendekia, Jakarta, 2006.      

 

 

 

Website:

www.gunadarma.ac.id

– www.studentsite.gunadarma.ac.id

– www.baak.gunadarma.ac.id

– www.ugpedia.gunadarma.ac.id